Asahan | Dalam rangka musim kemarau yang sudah hampir memasuki tiga bulan membuat petani cabe rawit Desa khawatir dan was-was jikalau hujan tak kunjung turun, dalam kesempatan ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 07/Air Joman jajaran Kodim 0208/Asahan Serda Rinaldi Asmar Tanjung turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama dengan Petani Cabe sekaligus membantu Panen Cabe, bersama masyarakat melaksanakan pendampingan ketahanan pangan (Hanpang) jenis tanaman Cabe Rawit membantu memanen untuk dijual ke pasar, dengan melaksanakan kegiatan Puanter dilahan milik Ibu Yusliyati, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk terjalin Sinergritas antara Babinsa dengan warga binaannya sehingga TNI semakin dicintai Rakyat, bersama dengan Bapak Mondo Manurung dan Bapak Rendi Manurung, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Pasar Lembu Dusun 6 Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, Minggu (05/07/2026).
Kegiatan
ini difokuskan pada pendataan luas lahan sekaligus memastikan data pertanian di
wilayah binaan tercatat dengan baik. Pendataan ini menjadi bagian penting dalam
monitoring di wilayah. Dengan adanya data yang akurat, kita bisa mengetahui
sejauh mana progres para petani dalam upaya meningkatkan produksi panen. Selain
melakukan pendataan, Babinsa juga berkoordinasi dengan para petani setempat.
Pendekatan ini dilakukan agar terjalin komunikasi yang baik serta mendukung
kelancaran program pertanian di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan
dapat terbangun sinergi antara TNI dan kelompok tani sekaligus mencerminkan
peran TNI dalam mendukung kesejahteraan rakyat melalui pembinaan teritorial
yang berkelanjutan.
Kegiatan
pendampingan ketahanan pangan dengan ikut serta dan mensosialisasikan ketahanan
pangan di tingkat keluarga sebagai dari pemanfaatan lahan perkarangan rumah,
komsos dengan warga binaan yang sedang panen cabai rawit dimana hasil yang
kurang memuaskan akibat musim kemarau, pada kesempatan tersebut Babinsa Serda
Rinaldi Asmar Tanjung saat dikebun cabe yang sedang panen cabe memaparkan,
“Musim kemarau yang sudah hampir 3 bulan ini membuat kami sebagai petani mulai
khawatir dengan cuaca yang ada, bisa-bisa kami merugi jika gagal panen yang
disebabkan kemarau panjang, dampak dari kemarau 4 ribu lainnya mati dan jika
hujan tidak kunjung turun bisa-bisa kami merugi” sambungnya.
Petani
pun menyampaikan, “Dampak dari kemarau terhadap hasil panen sangat nampak kalau
awalnya kami bisa panen 50-70 Kg per 3 hari sekarang seminggu hanya bisa panen
20-50 perminggu sangat turun drastis hal ini disebabkan banyak buah yang gugur
dan buah banyak yang kempis atau dalam bahasa kampung kami bilang mayot”.

%20(Copy).jpeg)
