PATROLITV.COM | MAUMERE — Setelah sempat diberitakan akan berangkat bertolak dan balik arah meninggalkan Pelabuhan Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Pelabuhan Kalao toa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan pada sekira pukul 06.00 Wita, Sabtu, (17/1) pagi, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Maumere, tetiba kembali mengeluarkan maklumat berisi surat edaran penundaan jadwal keberangkatan KM. Sabuk Nusantara 85.
Second Officer KM. Sabuk Nusantara 85, Laode Muhammad mengupdate info terbaru akan kemungkinan batalnya rencana pemberangkatan kapal dari Pelabuhan Maumere, menyusul dikeluarkannya maklumat berisi surat edaran yang belum mengizinkan untuk kapal berangkat dan balik arah ke Pelabuhan Kalao toa.
"Info terbaru, kemungkinannya kapal belum jadi berangkat besok, Sabtu, (17/1) pagi, karena kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) Maumere, belum memberikan izin berangkat," tandas Laode Muhammad via pesan singkat whatsapp yang dikirimkannya kepada wartawan, sekira pukul 20.38 Wita, Jum'at, (16/1) malam.
"Sehubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Maumere terkait dengan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi serta angin muson berkecepatan antara 6 sampai 2,5 meter, maka pihak KSOP Maumere, secara resmi menyampaikan larangan berlayar dan belum memberikan izin keberangkatan," imbuhnya.
Kepastian keberangkatan menuju Pelabuhan Kalao toa, kata Laode Muhammad, masih harus menunggu persetujuan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Maumere. (Fad)


